Pages

Selasa, 08 Januari 2013

Apa dan Bagaimanakah Cara Pijat Refleksi?

Pada mulanya Pijat Urat bersumber dari teknik pengobatan Akupunktur yang berasal dari Tiongkok. Yaitu pemijatan titik-titik urat syaraf yang terdapat di sekujur tubuh. Inilah mengapa Pijat Urat disebut juga dengan Pijat Syaraf.

Pijat Urat, Pijat Syaraf, Pijat Zona, Pijat Refleksi, Pijat Akupunktur, Pengobatan Tradisional


Dan kemudian Pijat Akupunktur dikembangkan menjadi teknik Pijat Urat atau Terapi Zona. Kini 
di Indonesia populer sebagai Pijat Refleksi.

Tata Aturan

Pijat Refleksi pun mempunyai tata aturan sebagaimana pengobatan medis modern yang juga sarat akan tata aturan. Tanpa tata aturan Pijat Refleksi akan sia-sia belaka karena bukannya mendatangkan kesembuhan tetapi malah menambah kesengsaraan.

Aturan Pijat Refleksi tidaklah sulit dan menyulitkan. Sangat simpel tapi jangan diremehkan karena bisa berbahaya. Secara umum aturan Piajat Refleksi adalah:

  1. Kita harus mengetahui penyakit yang sedang diderita
  2. Kita harus mengetahui daerah titik akupunktur atau titik refleksi yang menjadi terget pemijatan

Disamping itu ada pula aturan khusus yang perlu kita ketahui, yaitu:

  1. Pemijatan dilakukan selama 30 - 45 menit. Tidak perlu berlama-lama apa lagi jika penyakit tersebut telah mencapai level kronis. Jika mengalami penyakit yang demikian maka dianjurkan waktunya lebih diperpendek.
  2. Setiap titik refleksi dipijat 5 - 9 menit tiap kali pemijatan
  3. Untuk mencapai hasil yang optimal maka pemijatan dilakukan rutin 4 - 8 minggu. Bagi yang punya penyakit kronis "jangan dipijat setiap hari" tapi cukup berselang 2 hari sekali.
  4. Jika Anda memijat orang lain maka usahakan terjalin komunikasi yang lancar dengan orang tersebut agar segera diketahui keluhan yang timbul dari orang yang kita pijat


Nah, sedemikian simpel bukan? Tunggu apa lagi Anda pasti bisa mempraktikannya jika Anda rajin mempelajari lewat sini.

Perlu diingat adakalanya pemijatan selalu diikuti dengan meminum ramuan tradisional (Jamu). Mengenai hal ini ada larangan bagi Anda minum jamu sebelum melakukan pemijatan. Yang benar adalah minum jamu setelah selesai pemijatan. Ingat, jangan sampai terbalik!

Terakhir. Segala bentuk pengobatan libatkanlah Yang Maha Kuasa. Selalu berdoa untuk kesembuhan Anda. Dia yang menurunkan penyakit Dia pula yang menyediakan obat penawarnya. 

Salam Sehat
Hidup Sehat Tanpa Obat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Juga